Hal terpenti itu...

October272014

Seorang pria muda bernama Haerul belajar apa yang paling penting dalam kehidupan dari tetangganya.

Sudah lama Haerul tidak melihat orang tua tetangga'nya itu, karena karir, dan keuangan yg menghadang ia membuat ia jatuh dalam kehidupan yg sibuk sampai terkadang tidak ada waktu untuk berfikir lainnya, dan waktu bersama keluarganya. Ambisi Haerul sangat besar untuk mencari uang dan mengejar karir sampai ia harus berkelana keluar negeri.

Melalui telepon, ibunya berkata kepadanya, "Tetangga kita Pak Toni meninggal semalam, pemakaman adalah hari Rabu.." Kenangan terlintas di benaknya saat ia duduk diam mengingat hari masa kecilnya.
"Haerul, kau dengar aku?"
"Oh, maaf, Bu. Ya, saya mendengar Anda .. Sudah lama sekali aku memikirkan dia Maafkan aku,. Tapi jujur saya pikir dia meninggal tahun lalu," kata Haerul
"Yah, Pak Toni tidak pernah lupakan kamu. setiap melihat saya, ia selalu tertawa dan bertanya bagaimana kabar kamu selalu." Kata ibu.
"Saya sangat mencintai rumah tua Pak Toni itu, saya ingat selalu bermain disana sewaktu saya kecil, dia mengajari saya banyak hal, juga cara memahat patung. Ibu, aku akan segera pulang kesana hari selasa untuk menghadiri pemakaman nya" kata Haerul.
Walaupun sibuk, namun Haerul menepati janji'nya untuk pulang, Haerul menangkap penerbangan berikutnya ke kota asalnya. pemakaman Pak Toni sangat kecil dan sederhana. Dia tidak memiliki anak, dan sebagian besar keluarganya sudah meninggal ..
Malam sebelum pemakaman, Haerul harus kembali ke rumah, Haerul dan Ibu nya mampir untuk melihat rumah tua sebelah milik Pak Toni sekali lagi.
Berdiri di ambang pintu, Haerul berhenti sejenak. Rasanya seperti menyeberang ke dimensi lain, suatu lompatan melalui ruang dan waktu Rumah Tua tersebut terlihat seperti 20 tahun silam, masih bagus dan rapi persis seperti yang dia ingat. Setiap langkah kenangan. Setiap gambar, setiap furnitur ..... Haerul tiba-tiba berhenti sejenak.
"Ada apa, Haerul?" Tanya ibunya.
"Kotak itu lenyap," katanya
"Apa kotak?" Tanya ibu'nya ..
"Ada sebuah kotak emas kecil yang ia terus terkunci di atas meja, aku sudah bertanya seribu kali apa yang ada di dalam kotak itu.. tetapi Pak Toni tidak pernah memberi tahu apa isinya, ia hanya bilang sebuah benda yang sangat berharga untuk dirinya." kata Haerul.
Haerul menduga seseorang dari keluarga Pak Toni telah mengambil itu.
"Sekarang aku tidak akan pernah tahu apa isi kotak emas yang begitu berharga baginya itu," kata haerul.
Waktu berlalu, sudah sekitar dua minggu sejak Pak Toni meninggal dan Haerul sudah kembali ke negara dimana ia bekerja, lalu sepulangnya dari kerja Haerul menemukan sebuah paket di kotak suratnya.
Lalu Haerul membuka paket tersebut dan tenyata nampak lah sebuah Kotak kecil emas yang terlihat sudah tua dan secarik kertas. bertulisakan dari Pak Toni. Tangan Haerul bergetar saat ia membaca surat di dalamnya.
Isi surat Pak Toni "Setelah kematian saya, tolong berikan surat dan kotak emas ini kepada Haerul, anak dari tetangga saya selama ini yg amat saya sayangi seperti anak saya sendiri. Ini adalah hal yang paling berharga dalam hidupku.."
Lalu sebuah kunci tertempel di bawah surat tersebut, sementara air mata memenuhi matanya, dengan hati-hati Haerul membuka kotak tua emas tersebut ..
Di dalamnya ia menemukan sebuah arloji emas yang sangat indah .. dan terlampir 1 kertas kecil yg bertuliskan: "Haerul, Terima kasih atas waktu Anda. dari : Pak Toni.!"
Haerul termenung dan menatap arloji tersebut dan berfikir, : " berarti selama ini dari saya kecil, ternyata yang Pak Toni bilang sesuatu yg paling berharga adalah....... Waktu Saya !!!"Air mata mengalir deras di mata Haerul
Lalu menelepon kantor dan menunda segala meeting dan kerjaan selama dua hari berikutnya.
"Kenapa?" Santi, asistennya bertanya.
"Saya perlu waktu untuk menghabiskan dengan anak saya," kata Haerul.
"Oh, omong-omong, Santi, terima kasih atas waktu Anda!" Lanjut kata dari Haerul.

Pikirkan tentang hal ini. Anda mungkin tidak menyadarinya bahwa ada orang yg memerlukan waktu anda, tapi itu 100% benar.

 
Kembali ke Atas